Kisah rumpang
Aku mengawali semuanya hanya sebagai gadis pendiam yang selalu memperhatikan. Salah satu yang menarik perhatianku adalah dia. Dia yang selalu tersenyum dan mengumbar tawa untuk siapa saja yang ada di sekitarnya, dia yang selalu ramah kepada siapa saja yang menyapanya, dia yang selalu menjadi pusat perhatianku selama ini. Meski aku tak pernah mengungkapkannya. Entah, bagaimana awalnya.Namun, tiba-tiba aku merasa kagum. Entah, bagaimana mulanya, tiba-tiba aku merasa ingin. Seperti hal yang dia beri, setiap kata yang terlontar darinya, aku selalu menyukainya. Namun, aku tidak sanggup untuk berkata, hanya hati yang mampu berbicara. Bahkan hanya untuk meninggalkan sepenggal pesan, aku terlalu enggan. Dia selalu menjadi pusat perhatianku dengan segala hal yang melekat padanya. Dan aku hanya sanggup memperhatikan sembari sesekali tersenyum senang, meski dia tak pernah menyadari jika aku selalu ada untuknya. Bagiku ini sudah lebih dari cukup, meski aku tahu bahwa bukan ini yang dia ...