Kisah rumpang
Aku mengawali semuanya
hanya sebagai gadis pendiam yang selalu memperhatikan. Salah satu yang menarik
perhatianku adalah dia. Dia yang selalu tersenyum dan mengumbar tawa untuk
siapa saja yang ada di sekitarnya, dia yang selalu ramah kepada siapa saja yang
menyapanya, dia yang selalu menjadi pusat perhatianku selama ini. Meski aku tak
pernah mengungkapkannya.
Entah, bagaimana
awalnya.Namun, tiba-tiba aku merasa kagum. Entah, bagaimana mulanya, tiba-tiba
aku merasa ingin. Seperti hal yang dia beri, setiap kata yang terlontar
darinya, aku selalu menyukainya. Namun, aku tidak sanggup untuk berkata, hanya
hati yang mampu berbicara. Bahkan hanya untuk meninggalkan sepenggal pesan, aku
terlalu enggan.
Dia selalu menjadi pusat
perhatianku dengan segala hal yang melekat padanya. Dan aku hanya sanggup
memperhatikan sembari sesekali tersenyum senang, meski dia tak pernah menyadari
jika aku selalu ada untuknya. Bagiku ini sudah lebih dari cukup, meski aku tahu
bahwa bukan ini yang dia harapkan. tapi, hari ini ia berbeda. aku mengetahui
itu. mungkin hanya aku yang tahu. mungkin dia tak mengetahuinya. hanya saja,
hari yang kunanti telah tiba. bukan kunanti sebenarnya. aku akan terlihat jahat
untuk menantikannya. hanya saja, aku selalu bertanya pada diriku sendiri. kapan
ia menerima masalah? jika aku salah, ia terlampau pandai untuk menyembunyikan apa
yang ada didepannya. dia yang selalu mengumbar senyum dan bertegur sapa dengan
orang lain, tak pernah terjatuh dijalan yang ia lalui. tapi, hanya hari ini.
aku mengetahui rahasia tentangnya. rahasia yang tak pernah orang lain tahu akan
hal itu. hanya aku dan dia. saat ini, aku mempunyai pilihan untuk muncul, atau
hanya memperhatikan. menunggu orang lain menyadari akan apa yang temannya
hadapi.
-Recover soon-
Komentar
Posting Komentar