Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Pahlawan Kemerdekaan Kedua

PAHLAWAN KEMERDEKAAN KEDUA Angin musim kemarau mengayunkan pohon dan rerumputan yang berkuasa penuh mengalahkan coklatnya tanah di puncak bukit kota. Tampak dua orang pemuda bersandar dengan salah satu dari mereka bernyanyi dengan mata tepejam. Terlihat anggun.             “Hey Klen! Apa yang kamu pikirkan?”             “Tentang?” jawabnya asal, pikirnya sedang jauh disana sebenarnya.             “Ketika di kelas tadi kamu yang menulis surat tentang sikap kita sebagai generasi muda saat ini. Itu kamu kan?”             “Aku tak tau apa yang kamu maksud, Ben! Aku juga penasaran siapa yang menulis surat itu. Dan sekarang, aku masih memikirkannya.” ujarnya.             “Aku tak percaya jika bukan kamu yang ...

Akal, aku merindukanmu.

Gambar
      Tahu salah satu ciri makhluk hidup? mungkin salah satu jawabannya adalah bergerak. Tentu saja! Makhluk hidup adalah 'sesuatu' yang dinamis. Tidak mungkin tidak bergerak. Dan bergerak sendiri memiliki beberapa arti, konotasi maupun denotasi. disini, saya ingin menuliskan arti konotasinya. Karena saya yakin arti bergerak secara denotasi itu sudah jelas berpindah tempat dan sinonim lainnya.        Sebagai manusia yang diberkahi akal oleh Tuhan, akal yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain, kita tentu dapat mengetahui apapun yang  benar  atau  salah .  Oh ya, tentu saja sepanjang tak ada gangguan kejiwaan atau keakalan dalam diri kita.  Tapi, baru-baru ini --- sekitar 5 tahun ini---  saya amati (walaupun saya bukan seorang pengamat) akal sudah jarang sekali digunakan. Atau mungkin mereka menggunakannya, tapi 'sesuatu' telah merusak sistem kerja akal. Dengan kata lain, sesuatu itu mengubah struktur fungsi a...

Bukan Kita, Tapi aku!

Gambar
Kecewa? pernah merasa kecewa? Tentu saja sering. Namun tergantung bagaimana diri kita menanggapinya. Marah? Balas dendam? atau hanya... diam? Mungkin, jika memilih marah, itu akan berakhir buruk, pada umumnya. Balas dendam? Oh, ayolah. Itu tak akan selesai seperti yang kamu inginkan. Seperti ketika kamu pernah mengecewakan orang, seperti apa respon yang ingin orang itu berikan kepadamu... tentu saja memaafkan kita. Hal tadi adalah teori,namun jiwa dan rasa sukar dikendalikan oleh kebanyakan orang. Kita bisa marah, agar orang itu tahu jika kita tak menyukai perbuatan itu. Kita dapat balas rasa kecewa itu dengan pelajaran yang baru. Diam? jangan hanya diam, kecuali kalau kamu ingin dia tak pernah mengerti kesalahan dirinya sendiri. Bantu dirinya untuk memperbaiki diri dengan mengingatkan, tak perlu marah agar rasa kecewa itu tak terulang kepada orang lain, cukup diri kita yang terakhir. Berikut contohnya, buruk sih. Jangan tiru diriku yang hanya diam atas kekecewaan. Kubuat pengecu...

Kisah rumpang

Aku mengawali semuanya hanya sebagai gadis pendiam yang selalu memperhatikan. Salah satu yang menarik perhatianku adalah dia. Dia yang selalu tersenyum dan mengumbar tawa untuk siapa saja yang ada di sekitarnya, dia yang selalu ramah kepada siapa saja yang menyapanya, dia yang selalu menjadi pusat perhatianku selama ini. Meski aku tak pernah mengungkapkannya. Entah, bagaimana awalnya.Namun, tiba-tiba aku merasa kagum. Entah, bagaimana mulanya, tiba-tiba aku merasa ingin. Seperti hal yang dia beri, setiap kata yang terlontar darinya, aku selalu menyukainya. Namun, aku tidak sanggup untuk berkata, hanya hati yang mampu berbicara. Bahkan hanya untuk meninggalkan sepenggal pesan, aku terlalu enggan. Dia selalu menjadi pusat perhatianku dengan segala hal yang melekat padanya. Dan aku hanya sanggup memperhatikan sembari sesekali tersenyum senang, meski dia tak pernah menyadari jika aku selalu ada untuknya. Bagiku ini sudah lebih dari cukup, meski aku tahu bahwa bukan ini yang dia ...