BUKAN SEKEDAR ANGAN!
Masih seperti yang dulu... terombang ambing oleh angin yang bergemuruh. sementara kami para semut sedang terjebak di atas daun talas. kekuasaan? angin yang bernama kekuasaan itu merebut semua makanan yang dibawa si semut. bahkan si angin tak pernah melihat atau menyadari semut itu marah. perumpamaan yang baik ya?! benarkah?
aku lelah... aku tau mereka juga begitu... tapi... akankah semua ini berubah? kapan masalah itu selesai? kekuasaan... menghancurkan semuanya!! apa mereka tau akibatnya? orang yag seharusnya ikut dalam masalah itu terganggu. termasuk KAMI! kami hanya ingin belajar... apa itu salah? kami hanya ingin belajar berbaur dengan masyarakat melalui organisasi... apa itu salah? jika mereka melarang kami, mereka melanggar UUD 1945 Pasal 28E tentang Hak menyatakan pendapat dan perlindungan berorganisasi. jika benar, seharusnya ia ditangkap dan masuk ke bui! begitukah? pelanggaran yang lebih berat daripada seorang guru yang menarik telinga muridnya. bagaimana kami harus bertindak? bahkan mereka tak pernah menganggap kami ada. kami bukanlah pertunjukan boneka yang bisa dimainkan dan membuat orang tertawa begitu saja. bahkan, bagaimana rasanya jika kau didorong ke palung bawah laut yang gelap. bagaimana kami tak mempunyai suatu pegangan ketika kami berada di lantai kaca yang tipis? adakah orang yang akan menolong kami? sementara sayap-sayap kami sudah dipatahkan oleh mereka yang tak pernah perduli dengan kami? akankah mereka sadar siapa mereka? apa mereka lupa jika kami yang mengangkat nama mereka? apa mereka tanpa kami? hanya berguna... setelah itu dihempaskan ke sembarang arah... kami punya hati... kami punya cita-cita yang harus kami raih... kami punya angan, mimpi, juga masa depan yang ingin kami gapai... kami punya amanah dari orang tua kami agar menjadi orang yang berguna...tapi, kami juga bisa merasakan sakit...
kami ingin merasakan hidup... kami ingin tertawa lepas...
ya... walaupun kami tau, masalah pasti akan datang... dan kami juga yakin jika masalah itu akan pergi... tapi, terlalu lama kami seperti ini. lalu, kami akan pergi sendiri-sendiri, begitukah? meninggalkan jejak tak berarti. kekuasaan... tolong... hentikan ini... juga, kami masih tetap menunggu. menunggu seorang ksatria berkuda putih menyelamatkan kami.
aku lelah... aku tau mereka juga begitu... tapi... akankah semua ini berubah? kapan masalah itu selesai? kekuasaan... menghancurkan semuanya!! apa mereka tau akibatnya? orang yag seharusnya ikut dalam masalah itu terganggu. termasuk KAMI! kami hanya ingin belajar... apa itu salah? kami hanya ingin belajar berbaur dengan masyarakat melalui organisasi... apa itu salah? jika mereka melarang kami, mereka melanggar UUD 1945 Pasal 28E tentang Hak menyatakan pendapat dan perlindungan berorganisasi. jika benar, seharusnya ia ditangkap dan masuk ke bui! begitukah? pelanggaran yang lebih berat daripada seorang guru yang menarik telinga muridnya. bagaimana kami harus bertindak? bahkan mereka tak pernah menganggap kami ada. kami bukanlah pertunjukan boneka yang bisa dimainkan dan membuat orang tertawa begitu saja. bahkan, bagaimana rasanya jika kau didorong ke palung bawah laut yang gelap. bagaimana kami tak mempunyai suatu pegangan ketika kami berada di lantai kaca yang tipis? adakah orang yang akan menolong kami? sementara sayap-sayap kami sudah dipatahkan oleh mereka yang tak pernah perduli dengan kami? akankah mereka sadar siapa mereka? apa mereka lupa jika kami yang mengangkat nama mereka? apa mereka tanpa kami? hanya berguna... setelah itu dihempaskan ke sembarang arah... kami punya hati... kami punya cita-cita yang harus kami raih... kami punya angan, mimpi, juga masa depan yang ingin kami gapai... kami punya amanah dari orang tua kami agar menjadi orang yang berguna...tapi, kami juga bisa merasakan sakit...
kami ingin merasakan hidup... kami ingin tertawa lepas...
ya... walaupun kami tau, masalah pasti akan datang... dan kami juga yakin jika masalah itu akan pergi... tapi, terlalu lama kami seperti ini. lalu, kami akan pergi sendiri-sendiri, begitukah? meninggalkan jejak tak berarti. kekuasaan... tolong... hentikan ini... juga, kami masih tetap menunggu. menunggu seorang ksatria berkuda putih menyelamatkan kami.

Komentar
Posting Komentar