Bayangan
Dialog
A: Kau tau?
Saat ini, aku menjadi diriku yang kusuka...
Saat ini, saat aku menulis ini...
Aku sedang tersenyum, menatap masa depanku yang cerah
Ya... Cerah! Setelah badai, pasti langit itu cerah bukan?
Hari itu pasti datang, bukankah seperti itu?
B: Hey... Itu kata-kata motivasi yang sangat umum!
A: Benarkah? Lalu, memang salah jika aku percaya pada kata-kata?
B: Tidak... Hanya saja, ketika kau percaya pada kata itu, dan kau tak bisa
meraihnya dan jatuh, itu akan terasa menyakitkan....
A: Kita bukannya tidak bisa, , Itu karena badai belum reda. Jadi, kau hanya perlu menunggu hingga badai itu pergi...
B: Menunggu? Kau yakin kau akan terus menunggu? Apa kau tau kapan badai itu akan pergi? Menunggu itu membosankan...
A: Tidak jika kita bersama! tidak jika ada seorang teman didekatmu...
B: Teman ya? Kukira aku tak pernah mempunyai teman selama ini...
A: Apa maksudmu?
B: Apa kau tau apa itu bayangan?
A: Kau pikir aku bodoh? Tentu aku tau...
B: Menjadi bayangan dimalam yang gelap... Huh... itu.. terasa... menyakitkan...
A: Kurasa yang bodoh adalah kau! Bagaimana mungkin ada bayangan dimalam gelap?
B: Aku pernh menjadi seperti itu...
A: Itu berarti kau tidak ada!
B: Aku ada! tapi... tak terlihat... atau...
A: Atau apa?
B: Sudahlah, lupakan! percuma saja aku bicara kepadamu!
A: Oh... Ayolah... Kita kawan bukan?
B: Haha... kawan kau bilang? Baiklah, aku akan memberitaumu...bukan sebagai kawan, melainkan sebagai orang yang berpengalaman...
A: Baiklah... aku akan mendengarkanmu, Senpai...
B: Ketika kau menjadi bayangan di malam gelap, tentu saja... kau tak akan terlihat... tak ada orang yang tertarik mencari bayangan dimalam tanpa cahaya... bahkan, ketika siangpun... Mereka mengabaikan bayangan itu... seolah peduli kalau sebenarnya, bayangan itu ingin terbebas dari semua aturan tuannya... dia ingin pergi bebas tanpa tuan yang menyuruhnya kesana kemari...
bayangan didalam kehidupannya yang nyata... Orang akan tertarik pada bayangan yang tak mau mengikuti aturan... mereka mendekati si bayangan lalu pergi dan bayangan dibuang ketika mereka terbiasa oleh hal itu... bukankah itu menyakitkan? Lebih baik aku menjadi bayangan yang tak terlihat... menjadi seperti dulu, banyak orang yang ada... tapi tak satupun yang peduli... banyak telinga... tapi tak satupun telinga yang mendengar...
A: Apakah itu kisah nyata? aku tak pernah mendengar kata motivasi seperti itu sebelumnya?
B: Itu pendapatku bodoh!
A: Kukaira... menjadi bayangan itu menakjubkan... mereka tak bisa menggangguku...
B: Oh... aku lupa... tentang "teman..." ketika kau berada dipertempuran... tak ada yang bisa kau percaya saat itu... bahkan orang yang kau sebut "Kawan" itu pun bisa berkhianat dan menusukmu.
A: memang ada orang seperti itu?
B: Kau belum memahami manusia ya? kau tau? manusia dizaman modern ini tak punya hati yang bersih... menguasai dunia adalah tujuan utama mereka.
A: Tapi, tidak semua orang seperti itu bukan?
B: Memang... ada yang measih mempunyai akal... tapi, penguasa tak akan mau mendengar kelompok kecil itu!
A: Terdengar rumit ya sepertinya...
B: Shit! Entahlah... lebih baik aku bekerja sendiri tanpa percaya kepada siapapun daripada temanku it berkhianat. Memanfaatkanku lalu membuangku begitu saja seperti bayangan itu?
A: Bahkan kepada orang yang mempunyai pikiran sama sekalipun?
B: Sudah kukatakan siapapun! apa itu kurang jelas?
A: Baiklah... Baiklah... aku mengerti... kehidupanmu ironis juga rupanya...
B: Tcih... jangan mengasianiku ya... aku sudah muak dengan manusia... mereka semua egois! rasanya... aku ingin ke dunia yang bebas dari manusia-manusia itu...
A: Yosh! Sudah kuputuskan!
B: Apa?
A: Bahwa kau dan aku akan mengubah dunia menjadi seperti itu..
B: Kau? bersama denganku? Aku tak percaya kepadamu!
A: Kau tak perlu percaya kepadaku, anggap saja... kita ini musuh yang mempunyai tujuan sama... seperti Rival... ya begitulah...
B: Tcih! Lakukan apa yang kau bisa... jangan libatkan aku... tapi, aku bisa menjadi pengintai dari sini... dan juga, jemput aku ketika dunia itu sudah berubah...

Komentar
Posting Komentar