Untuk Kepergiannmu

          Baiklah... sudah lama aku tak merasakannya... aku ingin menyampaikan nasehat, tapi... itu... terlalu aneh jika secara langsung... karena dia seperti itu membuatku ingin mengikutinya... karena ia yang lari dari semua masalahnya membuatku ingin berlari juga dari masalahku. TIDAK! Sebelum itu terjadi, baiknya aku mengucapkan nasehat walau kutau ini terlambat. Ya... jika ini tak membantunya, ini akan mencegah hal yang sama di masa depan. Ini bukan perhatian atau rasa simpati. Aku hanya tertarik karena ada orang yang memiliki rasa yang sama denganku. Rasa dunia ini yang tak banyak orang tau. Aku akan menuangkannya dalam sebuah bait puisi yang mungkin tak pernah terbaca olehmu. Bukan puisi sebenarnya, karena ini terlalu langsung.

Untuk Kepergianmu

Baru saja kau menyapaku kemarin
Kita berjabat tangan dan tersenyum
Kita hadapi semua halangan kecil didepan sana
Kita tak terpisahkan meskipun penghalang besar memisahkan kita
Lalu, kau menghilang begitu saja?
Kau menghilang setelah memberikan kami harapan
Tunggu, aku merasakannya...
Dari pertama kumengenalmu ada yang berbeda dari matamu.
Mata yang dulu kutatap penuh bintang
Seiring berjalannya waktu itu menghilang
Apa karena itu kau pergi?
Kau berlari dari semua masalah yang kau temui disini?
Masalah yang tak pernah kuketahui
Berlari dari masalah? Itu bukan dirimu!
Aku mengenalmu, lalu siapa ini? Ini jelas bukan dirimu!
Kau tau, berlari memang membuat sehat
Tapi, berlari dari masalah hanya akan membuatmu lelah.
Apa kau takut masalah itu akan merusak masa depanmu?
Hei,sadarlah... Kau bisa berjuang disini...
Ada Tuhan yang selalu membantumu
Ada sahabat yang bisa kau percaya...
Pergilah... Jika itu yang kau pikirkan,
Kau tak peduli dengan orang yang kehilangan dirimu.
Mungkin, kau peduli...
Kau melambatkan langkahmu karena kau peduli...
Akupun sama... Aku muak dengan dunia ini..
Seperti aku ingin mati saja!
Seperti padang rumput tanpa ujung yang harus kujelajahi
Aku lelah... Air mata dan rasa sakit itu masih tersimpan utuh
Aku ingin mati, tapi Tuhan tak mengizinkanku
Aku ingin menghilang, tapi hatiku berkata tidak.
Aku ingin berlari tapi kakiku tak beranjak.
Aku ingin mengikutimu.
Lalu aku berhenti.
Bukan karena lelah, tapi aku tersadar.
Mungkin Tuhan tak memberiku izin karena Dia yakin aku bisa
Mungkin hatiku tau apa yang bisa kulakukan
Mungkin juga kakiku tau mana arah yang baik bagiku.
Dan ketika aku ingin bertemu denganmu
Kau sudah menghilang. Aku terlambat.
Mungkin ini jalan yang kau pilih sendiri memang
Kau memilih dunia baru
Aku hanya bisa berucap pada bayangmu yang masih disini
Selamat tinggal, kita akan bertemu di puncak sana.
Itu Pasti!

Frontal? Tentu saja! Aku bukan penyair... jadi, aku tak bisa menyembunyikan kata-kata. Ini pesanku... Kepadamu yang pergi. Ini sedikit aneh, karena pertama kalinya aku membuat puisi kepada orang yang tak pernah berbicara padaku. Pergi... karena lelah dari dunia ini. Aku iri padamu... Karena kau bisa keluar dari dunia mengerikan ini. Aku sangat menyesal, itu dulu... sekarang, hanya sedikit sisa penyesalan itu. Ayo! Kita berjuang masing-masing! dan aku akan membuktikan bahwa setelah kau meninggalkan dunia ini, pandanganku berubah. Dunia yang dulu monoton sekarang telah kuwarnai. memang, hasilnya belum bagus. Perlahan, tapi pasti! aku akan menemukanmu! dan kita akan tertawa bahagia bersama berbagi pengalaman yang kita lalui di dunia yang berbeda. Aku tak sabar menantikannya. See you! 719. (.)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahlawan Kemerdekaan Kedua

Tumbuhan Pemakan Serangga, Si Kantong Semar

BUKAN SEKEDAR ANGAN!